Biarpun kita jadi anggota dpr tetapi jeleknya adalah kita harus patuh, tunduk dan taat pada partai politik tempat kita bernaung. Kalau parpol suruh A ya kita harus A, kalo B ya tentu saja harus melakukan B, dan seterusnya. Seperti kerbau yang dicocok hidungnya. Hati nurani pun harus tergadai jika ada perintah parpol yang bertentangan dengan keinginan dan hati nurani kita. Kalau parpol kita jahat, ya otomatis kita ketularan jahat dan kecipratan dosa.
Oleh karena itu jangan sembarangan pilih parpol yang akan membesarkan kita. Pilih yang benar-benar sesuai dengan hati nurani dan sesuai dengan jalan pikiran kita agar tidak terjadi permasalahan setelah kita duduk di kursi DPR atau MPR yang terhormat. Kita pun harus berani mengatakan lain dari yang parpol perintahkan kepada kita walaupun sanksinya bisa dipecat.
Intinya kalau jadi anggota dpr mpr sebaiknya ktia membela kepentingan semua rakyat dari yang kecil sampai yang besar. Kasihan rakyat besar selalu dijadikan kambing hitam akibat ketidakberesan rakyat kecil dan pemerintah untuk mengganyang rakyat kecil dengan cara yang cantik. Kalau mayoritas rakyat terdiri dari rakyat sedang dan besar dengan sedikit rakyat kecil maka itu suatu kemajuan yang sangat besar bagi negara kita.
Bahagia dan sejahterakan semua lapisan masyarakat adalah tujuan utama yang paling penting untuk saat ini. Kelihatannya enteng tetapi sangat sukar dan berat untuk dijalankan. Jadi anggota dpr / mpr adalah amanah atau kepercayaan yang diberikan rakyat janganlah disia-siakan dengan perbuatan jahat dan dosa.
Kalau Aku menjadi Aggota DPR?MPR, pasti pasang mata, pasang telinga dan siap kuda-kuda, untuk menghadapi sesama rekan di DPR/MPR, merusak system NKRI, karena faktanya sejak jaman orde lama ke orde baru kemudian orde reformasi aparat indonesia semangkin bejat, sehingga aku sudah tidak bisa membedakan mana malaikat atau mana setan
Percuma kalau cuma jadi anggota dpr dari parpol gak beres
Biarpun kita jadi anggota dpr tetapi jeleknya adalah kita harus patuh, tunduk dan taat pada partai politik tempat kita bernaung. Kalau parpol suruh A ya kita harus A, kalo B ya tentu saja harus melakukan B, dan seterusnya. Seperti kerbau yang dicocok hidungnya. Hati nurani pun harus tergadai jika ada perintah parpol yang bertentangan dengan keinginan dan hati nurani kita. Kalau parpol kita jahat, ya otomatis kita ketularan jahat dan kecipratan dosa.
Oleh karena itu jangan sembarangan pilih parpol yang akan membesarkan kita. Pilih yang benar-benar sesuai dengan hati nurani dan sesuai dengan jalan pikiran kita agar tidak terjadi permasalahan setelah kita duduk di kursi DPR atau MPR yang terhormat. Kita pun harus berani mengatakan lain dari yang parpol perintahkan kepada kita walaupun sanksinya bisa dipecat.
Intinya kalau jadi anggota dpr mpr sebaiknya ktia membela kepentingan semua rakyat dari yang kecil sampai yang besar. Kasihan rakyat besar selalu dijadikan kambing hitam akibat ketidakberesan rakyat kecil dan pemerintah untuk mengganyang rakyat kecil dengan cara yang cantik. Kalau mayoritas rakyat terdiri dari rakyat sedang dan besar dengan sedikit rakyat kecil maka itu suatu kemajuan yang sangat besar bagi negara kita.
Bahagia dan sejahterakan semua lapisan masyarakat adalah tujuan utama yang paling penting untuk saat ini. Kelihatannya enteng tetapi sangat sukar dan berat untuk dijalankan. Jadi anggota dpr / mpr adalah amanah atau kepercayaan yang diberikan rakyat janganlah disia-siakan dengan perbuatan jahat dan dosa.
Tanggapan
Kalau Aku menjadi Aggota DPR?MPR, pasti pasang mata, pasang telinga dan siap kuda-kuda, untuk menghadapi sesama rekan di DPR/MPR, merusak system NKRI, karena faktanya sejak jaman orde lama ke orde baru kemudian orde reformasi aparat indonesia semangkin bejat, sehingga aku sudah tidak bisa membedakan mana malaikat atau mana setan
Post new comment