Kenapa ya kok masih ada orang yang nggak suka kalo ada pembangunan jalur busway baru. Memang dari segi negatif pembangunan koridor baru busway bikin jalanan jadi tambah macet. Tapi kalau dipikir-pikir lagi ternyata segi positif jalur busway jauh lebih banyak dibanding dengan sisi jeleknya. Apakah orang-orang sudah lupa kalau untuk mendapatkan sesuatu yang enak harus bersusah-susah dahulu.
Menurutku ini daftar orang-orang yang dipengaruhi oleh kehadiran busway :
1. Pemilik kendaraan pribadi
Orang yang kemana-mana maunya bawa mobil entah itu sama orang lain atau sendiri aja. Mereka merasa kalau pembangunan busway hanya bikin macet saja. Akan tetapi apakah mereka memikirkan orang lain yang tidak punya kendaraan baik mobil ataupun motor serta orang yang mengalah naik kendaraan umum untuk bepergian? Bayangin aja kalau semua orang pada gengsian dan egois bawa mobil semua gak ada yang mau ngalah? Makanya perlu ada orang yang ngalah bawa motor, naik angkot, naik busway, jalan kaki, naik ojek, dan lain-lain. Jadi pesan untuk orang yang bawa mobil dan gak mau naik yang lain adalah berterimakasihlah pada orang yang pakai kendaraan lain karena mereka ngalah sama anda. Menurutku ikutin gengsi & trend itu gak bagus, lebih enak jadi orang yang low profile & nyantai aja.
2. Perusahaan angkutan umum dan awak kendaraan umum
Dulu waktu ada busway pertama kali kendaraan umum yang rutenya mirip disingkirkan dan yang tersisa akan bersaing ketat dengan bis trans jakarta. Otomatis kalao ada busway akan menambah persaingan mendapatkan penumpang sehingga akan merugikan perusahaan angkutan umum dan akan mengurangi lapangan pekerjaan sebagai supir, kenek, mekanik, timer, tukang ngamen, tukang jualan / pedagang asongan, dan lain sebagainya.
3. Penumpang kendaraan umum
Naik busway itu enak sekali. Sudah bayarnya murah, pakai ac, nyaman, aman, cepat banget, dan lain banyak lagi kenikmatan lainnya yang tidak bisa dituliskan dengan kata-kata. Yang nggak enaknya ya cuma pas antri beli tiket dan nunggu busway yang suasana panas, melelahkan, saling dorong, dan lain sebagainya. Pokoknya nggak banget deh buat orang-orang yang suka bawa mobil sendirian kemana-mana. Jumlah penumpang busway mungkin seimbang dengan pengguna jalan lainnya dan diharapkan meningkat agar kemacetan dapat diatasi. Penumpang terkadang tak tahu diri ketika ngantri giliran naik busway di halte main dorong-dorong. Ada juga penumpang yang baju atau badannya bau / kotor tapi tetep naik busway. Ada yang dapet duduk tapi tidak mau berbagi sama wanita hamil, anak kecil, lansia, orang sakit, dsb. Ada juga yang gak sabaran udah dilarang naik ke bis tapi maksa. Ada juga yang pas nunggu di halte ngincer tempat duduk, jadi yang ngantri di belakang jadi terhalang. Wah yang pasti masih banyak masalah lain deh.
4. Warga kaya / tajir di sekitar jalur busway
Yang pasti orang-orang itu akan mengeluh habis-habisan pas busway sedang dalam tahap pembangunan. Karena biasanya mereka bisa naik mobil lancar jadi macet bukan main. Tadinya bisa melenggang di jalan raya yang luas jadi merayap di jalur sempit. Jadi solusi untuk orang yang demo pembangunan busway adalah mereka harus belajar menghormati orang lain yang memiliki level ekonomi di bawah mereka. belajarlah ke mana-mana tidak bawa kendaraan pribadi. Pasti busway jadi salah satu pilihan terbaik. Selamat berintropeksi. Jangan egois dan serakah dong.
Yah mungkin segitu aja kali yah untuk opini busway saat ini, nanti kalo ada tinggal tak tambain aja.
apanya yang enak..?
jalanan macet kok dibilang enak ? orang yang naik busway itu, termasuk orang yang punya duit. ongkos busway jauh lebih mahal dibandingkan dengan metromini atau angkot. orang kaya sih ga jadi korban. wong mobilnya udah banyak, duitnya banyak, macet juga ada di dalam mobil ac. terlambat kerja juga ga ada yang ngomelin, kan udah jadi boss..?
penikmat busway, biasanya, orang yang lagi naik taraf mau jadi orang kaya. karena lagi ngumpulin uang buat dp mobil kredit akhirnya sementara naik busway dulu. ntar kalo udah punya duit juga ga keliatan lagi di halte busway ?
yang bener-bener jadi korban, justru orang-orang miskin, yang cuma punya uang buat ongkos naik metromini atau angkot atau naik motor kredit. dari anggaran pembangunannya sendiri, gue pernah ngeliput artikelnya, lebih banyak korupnya daripada yang benernya. segala sesuatu yang awalnya udah dimulai dari "korup" alias dosa, gimana mungkin bisa jadi berkah..?
Post new comment