Perlawanan Rakyat Saparua Tahun 1817 Kapitan Pattimura Maluku - Perjuangan Sebelum Kemerdekaan
Daftar Nama Pahlawan :
- Thomas Matulesi
- Kapiten Patimura
- Kapitan Paulus Tiahahu
- Kristina Martha Tiahahu
Penduduk Ambon-Lease memiliki unsur kehidupan yang dibawa dan dipadukan dengan budaya yang telah ada oleh VOC yaitu sistem perkebunan cengkeh, sistem pemerintahan desa dan sistem pendidikan desa. Sistem pemerintahan terjadi karena timbulnya daerah pemukiman baru.
Sistem perkebunan cengkeh mengharuskan menjual cengkeh rakyat ke VOC dengan harga yang ditetapkan sepihak. Hak pengolahan tanah dibagi menjadi tanah pekebunan cengkeh dan tanah pusaka warisan keluarga untuk ditanami bahan pangan untuk keluarga yang menggarapnya.
Ketiga jenis sistem tersebut menyebabkan keresahan masyarakat Maluku karena :
1. Banyak terjadi korupsi.
2. Adanya kewajiban membuat ikan asin dan garam untuk kapal perang belanda.
3. Pemuda negeri banyak yang dipaksa menjadi serdadu di Jawa.
4. Diberlakukan sirkulasi uang kertas di Ambon yang didapat dari hasil penjualan cengkeh namun untuk membeli barang di toko pemerintah harus memakai uang logam.
5. Hukuman denda dibayar dari hasil penjualan cengkeh serta ditambah biaya untuk kepentingan residen.
6. Penyerahan wajib leverantie bahan bangunan.
7. Adanya pelayaran hongi yang menebar penderitaan.
Tanggal 14 mei 1817 rakyat maluku bersumpah untuk melawan pemerintah dimulai dengan menyerang dan membongkar perahu milik belanda orombaai pos yang hendak membawa kayu bahan bangunan. Kemudian merebut benteng Duurstede oleh pasukan yang dipimpin Kapiten Pattimura dan Thomas Matulesi. Pattimura kemudian menyerang pasukan yang dipimpin beetjes untuk merebut benteng Zeelandia, namun sebelum menyerang zeelandia, Residen Uitenbroek di Haruku melkukan hal berikut :
1. Memberi hadiah kepada Kepala Desa.
2. Membentuk komisi pendakatan Kepala-Kepala Desa di Haruku.
3. Mendatangkan pasukan bala bantuan Inggris dengan Kapal Zwaluw.
Karena adanya bantuan Inggris, Kapten Pattimura terdesak masuk hutan dan benteng-bentengnya direbut kembali pemerintah.
Rakyat nusa laut menyerah tanggal 10 November 1817 setelah pimpinannya Kapiten Paulus Tiahahu serta putrinya Kristina Martha Tiahahu. Tanggal 12 November 1817 Kapitan Pattimura ditangkap dan bersama tiga penglimanya dijatuhi hukuman mati di Niuew Victoria di Ambon.
-----
Tambahan :
A. Arti definisi / pengertian Pelayaran Hongi
Pelayaran hongi adalah pelayaran yang diadakan oleh VOC tiap setahun sekali dengan kora-kora untuk patroli ke pulau manipa, seram dan buru untuk mengawasi daerah dilarang menghasilkan cengkeh yang menyebabkan banyak pedayung lokal yang mati kelaparan dan dibunuh VOC.
- Log in to post comments

Comments
kritikan
Sun, 10/02/2008 - 8:26pm — akbar
untuk meningkatnya kemauan belajar harusnya kelengkapan nya di perhatikan misalnya membahas sesuatunya harus detail dan ada pertanyaan dan gambar agar anak anak pun menjadi semangat untuk belajar.
terima kasih
akbar
delete
edit
reply
Sat, 23/08/2008 - 9:02pm — Tamu
siapa thomas matulesi dan pattimura
saat saya SD, SMP, SMA mendengar bahwa thomas matulesi iitu nama dari patimura. dalam artikel ini dua nama tersebut adalah dua orang yang berbeda. manakah yang benar?
delete
edit
reply
Tue, 26/08/2008 - 8:15pm — Tamu
kritikan
I didn't understand a single word. thanks for wasting my time
delete
edit
reply
Sat, 20/09/2008 - 3:21pm — Tamu
siapa thomas matulesi dan pattimura
Pattimura itu sebenarnya nama marga di dessa Latu dan Hualoy Seram Barat Maluku Tengah.
Pattimura artinya Raja yang merendahkan diri.
Di dessa Haria pulau saparua( Mal-Teng ) tempat lahir Thomas Matulessy tidak ada marga Pattimura.
Kapitan pattimura yang asli ialah Achmad Lussy atau Mat Lussy.
Menurut sejarah dari Bpk m.Sapija dan orang Belanda dia itu Thomas Matulessy.
Waktu perang Pattimura ada yang nama Thomas ialah Thomas Hehanusa bekas serdadu Ingris pda waktu itu.Dia asal dari dessa Titawaai pulau Nusalaut.Turunannya sampai saat ini ada di dessa Hualoy.Thomas Hehanusa seorang Christen pada waktu itu masuk Islam dan di ganti nama Sinene Hehanusa atau kapitan Latuleanusa.
kapitan Pattimura alias Mat Lussy berperang sesama anak perempuannya bernama Buga Sina bukan Matha Christina Tiahahu.
Thomas Hehanusa,kapitan Latutubaka serta Bunga Sina di bawa dengan kapal perang Belanda Evertsen dan di buang di laut Banda.
Waktu Pattimura alias Mat Lussy di tangkap Belanda oleh penghianat bpk Raja seorang Christen dari dessa Booi pulau Saparua.
Mat lussy berkata kepada anaknya Bunga Sina dalam bahasa tanah" SINA SINA UMATHA TIAHAHEM",yang maksudnya Sina Sina anakku kau akan mati untuk selama lamanya.
Munkin orang Belanda dengar perketaan ini SINA menjadi Christina UMATHA jadi Martha dan TIAHAHEM jadi Tiahahu.
Menurut sejarah Belanda yang terkenal pda waktu perang Pattimura yaitu Thomas Matulesia dan kapitan Anthony Reebok,sedankan pda saat itu ada banyak kapitan kapitan yang turut dalam pertempuran benteng Duurstde di Haria Saparua.
delete
edit
reply
Sat, 20/09/2008 - 9:40pm — Tamu
siapa thomas matulesi dan pattimura
Hallo
Thomas Matulessy ialah bukan Kapitan pattimura yang sebenarnya,yang asli ialah Mat Lussy/Achmad Lussy.
Kapitan Pattimura alias Thomas Matulessy menurut sejarah M.Sapija dan Belanda,tapi Kapitan Pattimura dia sebanar pahlawan Maluku beragama Islam.Tentu pada waktu itu ada pahlawan Maluku yang beragama Christen nama Thomas dia ini bekas serdadu Ingris nama lengkap ialah Thomas Hehanusa pahlawan ini tukar agamanya dan masuk Islam dan di berihkan nama Sinene Hehanusa atau Kapitan Latuleanusa.
Turunan Thomas ini sapai saat ini ada di dessa Hualoy Seram Barat (Maluku).
Pattimura artinya:Raja yang merendahkan diri.
Begitu pula Martha Christina Tiahahu dalam sejarah menurut orang Islam di maluku tidak ada Martha Christina Tiahahu selain Bunga Sina anaknya Achmad Lussy yang di buang dengan Thomas Hehanusa di Laut Banda.
Waktu Kapitan Pattimura di tangkap oleh penjaja dia berkata kepada anaknya Bunga Sina dalam Bahasa tanah mereka SINA SINA UMATHA TIAHAHEM artinya:Sina Sina anakku engkau mati selama lamanya.Apakah orang Belanda yang tidak faham bahasa daerah ini salah dengar kata kata apa yang Achmad Lussy berkata kepada anaknya SINA jadi Christina-UMATHA jadi Martha dan Tiahahem menjadikan Tiahahu.
delete
edit
reply
Tue, 14/10/2008 - 10:57am — Tamu
Amir Polpoke.
Sejarah ini bukan hanya diperoleh dari dongeng kakek dan nenek..., tapi tertulis dan tersimpan rapi di amsterdam Belanda, bahwa Patimura adalah Thomas Matulessy dan kawan-kawan yang berjuang untuk hidup selayaknya sebagai manusia beradab dan merdeka..., dan hasil sejarah ini telah diseminarkan secara nasional....., jadi saudaraku janganlah berpolemik lagi tentang siapa Patimura, akan tetaapi cita-cita dan idealismenya yang harus kita contohi demi kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai...Wassalam...
delete
edit
reply
Tue, 14/10/2008 - 11:03am — Amirpolpoke
Stop Polemik
Sejarah ini bukan hanya diperoleh dari dongeng kakek dan nenek..., tapi tertulis dan tersimpan rapi di amsterdam Belanda, bahwa Patimura adalah Thomas Matulessy dan kawan-kawan yang berjuang untuk hidup selayaknya sebagai manusia beradab dan merdeka..., dan hasil sejarah ini telah diseminarkan secara nasional....., jadi saudaraku janganlah berpolemik lagi tentang siapa Patimura, akan tetaapi cita-cita dan idealismenya yang harus kita contohi demi kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai...Wassalam...
delete
edit
reply
Tue, 21/10/2008 - 8:29pm — Tamu
Siapa pahlawan kita yg melawan Bangsat Belanda
Secara Logika belanda datang ke tanah air Indonesia bukan saja mau berniaga, walaupun awalnya demikian, tetapi juga gospel yaitu sambil menyebarkan agama kristen.
Banyak anak bangsa menjadi pindah agama karena ajakan bule belanda, karena tergiur roti dan keju juga iming iming mendapat pendidikan yg layak serta mendapatkan pekerjaan dengan seragam belanda, selanjutnya mereka dijadikan serdadu kompeni atau semacam pegawai negri versi belanda (ammtenaar).
Sementara perampokan hasil bumi maupun hasil tambang oleh VOC berjalan terus terusan, bangsa Indonesia tidak begitu peduli, karena: harta bukan segalanya bagi rakyat indonesia, (pada waktu itu, sekarang nampaknya juga tidak berbeda) (emas di freeport, minyak di aceh maupun pekan baru dikuasai Bule)
Tapi; pada saat rakyat Indonesia mulai terganggu dengan misionaris yg menyebarkan agama kristen, dari sinilah Ulama-ulama, ustad-ustad maupun orang alimnya islam di Indonesia, tidak sudi mengikuti ajakan misionaris untuk pindah agama. karena misionaris ini didukung oleh tentara dan kompeni (Rakyat Indonesia yg beragama kristen), maka orang islam yg tidak mau dijadikan kristen melakukan perlawanan, dari sinilah cerita kisah perjuangan bangsa Indonesia melawan Bangsat belanda.
jadi bagaimana bisa orang kristen melawan belanda sementara mereka mendapat agama kristen dari belanda ??? mereka sama sama di gereja, pendeta / pastor orang belanda, di didik oleh belanda, mendapat pekerjaan dari belanda. ?????
Melkisedekh
delete
edit
reply
Thu, 23/10/2008 - 8:20am — Tamu
Pahlawan Indonesia
Belajar dari fakta sejarah di indonesia maupun di negara manapun, penjajahan oleh satu negara kepada negara yg lain selalu menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan yg berkepanjangan terhadap negara yg di jajah, namun sebaliknya kekayaan yg melimpah kesenangan yg di timbulkan oleh kekuasaan berupa perintah yg mutlak harus di ikuti serta dijalankan menurut pembuat peraturan membuat penjajah berusaha sekuat tenaga mempertahankan kekuasaannya
Perlu dicatat bahwa kaum penjajah yg selama ini terjadi, dilakukan oleh bangsa beragama kristen. karena mereka menganggap diri mereka TUAN dan yg lainnya HAMBA ???
Penjajah merampok kekayaan negara yg di jajah, menyebarkan agama kristen kepada rakyat yg dijajah, setelah mereka masuk agama kristen selanjutnya mereka menjadi antek penjajah, patutlah mereka itu disebut penghianat bangsa dan negara juga agama.
Penjajah melakukan apapun tanpa batasan, melakukan kekejaman yg luar biasa. membuat penjara yg dijaga sangat ketat, menangkap pemimpin perlawanan dengan tujuan melemahkan kekuatan.
Bersambung..........
delete
edit
reply
Tue, 04/11/2008 - 12:02pm — Tamu
Thomas or Ahmad
please check what it's mean "thomas" and "ahmad"
delete
edit
reply
Thu, 27/11/2008 - 7:21pm — Tamu
mboh lah
kalau begitu Pattimura siapa kok Belanda bilang matulesi
kalau begitu Pattimura dan matulesi itu 2 org
delete
edit
reply
Sat, 07/03/2009 - 11:49pm — Tamu
reply
Ada ada aja ya....terlihat terlalu memaksakan dan mencari cari celah atau maksain bgt namanya jd mat lusi.Emangnya pattimura dr betawi sodaranye mat pelor...wkwkwkwk...emangnya orang kresten ga blh jd pahlawan indonesia ya..tak usahlah berpolemik dan mengira ngira atau mungkin inilah mungkin itu, ga ilmiah.Ntar sapa lagi Robert wolter Monginsidi jd Hasan al monginsidi,Maria walanda Maramis jd siti khadijah.Kapan mo majunya nih bangsa kalo yg diurusin cm masalah itu lagi itu lagi...Pemerintah yg bikin juga mayoritas non kresten...Mending pada urusin yg lebih bermanfaat demi kemajuan nih negara.....hilangkan rasa iri dengki dengan sesama. Piss dah ah...
delete
edit
reply
Wed, 02/09/2009 - 3:10pm — Tamu
capee loh bljr ny !
capee loh bljr ny !
delete
edit
reply
Fri, 18/09/2009 - 8:49pm — Tamu
saya setuju skali sama
saya setuju skali sama anda
^-^
delete
edit
reply
Wed, 30/09/2009 - 3:06pm — Tamu
Setuju
Saya juga setuju, ini yg bikin bangsa Indonesia ga maju-maju...
delete
edit
reply
Mon, 12/10/2009 - 4:31pm — Tamu
KHSDHMNXMN
YA BENAR KEDUA NAMA TERSEBUT MERUPAKAN ORANG YANG BERBEDA ..................................................
delete
edit
reply
Tue, 27/10/2009 - 6:50pm — Tamu
Kemerdekaan
Wah kalau denger kata kemerdekaan, aku sangat terharu, walau saya tidak berada saat itu tapi dengan segala pengorbanan dan perjuangan Pahlawan Indonesia benar- benar sempurna untuk sebuah perjuangan dan mengorbankan segalanya yang mereka punya.
delete
edit
reply
Tue, 12/01/2010 - 2:03am — aston
jawabanku
hey kawan, mat itu kependekan nama dari ahmad karena dari dulu sebelum di jajah ama bangsa blanda...kami orang maluku semuanya muslim makannya kami membantah klo saudara kami yang muslim di sebut kristen........makanya harus sering2 baca sejarah...dasars.....
delete
edit
reply
Fri, 05/02/2010 - 11:48pm — Tamu
pattimura
Terkutuklah wahai engkau yang memutar-balikkan fakta. memang dulu orang maluku kebanyakan beragama islam.tapi coba bayangkan,kalo orang belanda tidak datang di maluku,kamu dan nenek moyang mu tetap buta huruf sampe skarang,jadi semua itu ada hikmahnya,sengsara dulu baru dapat senang.ok
delete
edit
reply
Sun, 14/03/2010 - 3:07pm — Tamu
bingung
gamabr yang ada di uang 100 rupiah tu pattimura atau thomas matulesi, atau yang lainnya ,, dikomen ada 5 nama berbeda
delete
edit
reply
Sun, 14/03/2010 - 3:21pm — Tamu
???
knapa kendala di negri ini harus agama
delete
edit
reply
Mon, 12/04/2010 - 8:27am — Tamu
Islam Agama Besar
Islam itu Agama Besar. Allah Akbar, Nabi, alquran, jamaah, sejarah, semuanya besar. Di Indonesia, sangat mayoritas. Tapi ada satu dua orang Islam di sini tidak percaya diri sebagai Muslim. Mereka serang kiri-kanan seakan-akan kapal mau tenggelam, dunia mau kiiamat. Kelihatan dari tutur katanya sangat bermartabat.
Saya beruntung hidup di tengah jemaah Islam yang sangat berakhlak, intelektual, kultural dan percaya diri.
Sebelum ada Islam dan Kristen di Maluku, orang Maluku sudah punya agama tradisional. Mereka sudah mengenal Upu Lanite, Upu Lera, Duad. Hindu datang ke sini, barulah Islam, barulah Katolik,
Kita kok jadi tidak beradab begini ya ?
Orang-orang yang berkomentar tentang anjing, mestinya mengenal anjing dulu baru bisa komentar. Mau komentar Kristen zaman kolonial, baca sejarah baik2. Pendeta dan pastor yang datang ke sini (belum ada Indonesia sebagai negara), bukan orang VIP. Mereka harus berjuuang dengan birokrasi dan administrasi negara yang rumit supaya bisa ikut ke sini. Negara2 seperti Belanda dan Portugis datang dengan misi dagang. Misionaris datang dengan lebih dulu minta izin negara. Jadi tak ada bulan madu antara negara dan gereja.
Kalau saja evangeloisasi menjadi tujuan, Indonesia ini sudah 100 persen Kristen.
Di Maluku, Indische Kerk saja bentrok dengan pemerintah, sehingga lahirlah GPM
Ah banyak baca. Baca apa saja. Baca alquran juga. Omong2, sudah tamat alquran atau belum ?
delete
edit
reply
Wed, 14/04/2010 - 12:01pm — Tamu
mantaap tpii msiih blom 100 % benar
thx
delete
edit
reply
Wed, 05/05/2010 - 11:37pm — Tamu
Paatimura Agama Islam?
Jangan Terlalu fanatik dengan agama... sejarah Pattimura itu masih di simpan di musem Maluku di Belanda,. siapa itu tokokh sejarah yang bilang seperti itu? orang Muslim Malaku di Belanda saja nda comment seperti kalian..kalau mau cari kebenaran jangan di Indonesia. datang ke belanda dengan bekal bahasa belanda yang baik. terus baca sendiri di Musem di Belanda. jangan asal comment dan sebar cerita yang konyol seperti ini... kenapa kamu ga buat tulisan sejarah dan pertanggung jawabkan di maluku,.jangan hanya disini..dengan kroni2mu..kesana ke Maluku dan kita sama2 pertanggung jawabkan dengan bukti2 sejarah... kenapa patung pattimura di Maluku di pindahkan dan di ganti model parang (pedangnya) itu ada bukti sejarah yang di temukan di Museum belanda..yang pertaman kenapa di pindahkan tempatnya kira2 berjarak 200 meter. karna disitulah tempat yang tepat dimana Pattimura (Thomas Mattulesy) di hukum gantung, yang ke dua, Pattimura itu asli dari Pulau Saparu lebih tepatnya di Desa Itawaka. sudah ada bukti sejarah di Museum Maluku di Belanda. dan ada Bukti Surat SAH. dia pernah jadi serdadu belanda..dan namanya tertera langsung di dalam arsip belanda, ttg orang Maluku yang masuk serdadu saat itu... yang terpenting kamu jangan provokasi dengan fanatisme agama yang berlebihan.... jangan bicara asal2an di dunia maya...kamu mau ngomong sampai otakmu keluar juga kalau tidak berhasli buktikan sama saja dengan tong kosong nyaring bunyinya...
delete
edit
reply
Sun, 23/05/2010 - 4:30pm — Tamu
spakat.. seng usah putar
spakat.. seng usah putar sejarah ato nulis sejarah yang makin taputar deng sesuatu yang cuma dengar tanpa teliti, tangghung jawab illmiah juga seng jelas..
taruh bukti lalu katong lia sapa pung bodoh yang keliatan...
delete
edit
reply
Thu, 27/05/2010 - 6:22am — Tamu
cape belajarnya betulll
cape belajarnya betulll
delete
edit
reply
Wed, 15/09/2010 - 7:42pm — Tamu
udahlah jangaa berdebat
kenapa kita ngomongin tentang agama ini kan sejarah bukan???
lagian kalo belanda gak datang kesini emang kita bisa baca
jadi gak usah lah memperdepatkan tentang agama
ada lagi kasus tentang gereja hkbp di bekasi kenapa juga mesti diserang
salah satu penyebab indonesia tidak berkembang karena tadi
tidak adanya PERSATUAN okokok
sip dah :D
delete
edit
reply
Fri, 26/11/2010 - 3:27pm — Tamu
Agama SIMBOL
EMANGNYA GA capek pada ngomongin AGAMA terus.....?? Hai "para pengikut Agama apa saja" (Islam, Kristen, Hindu, Budha ato agama Apa aja), Kalian ini sama dengan orang yang dikasih hidangan dengan banyak jenis makanan, lalu kalian makan hanya satu jenis sampai kekenyangan sehingga tidak sempat merasakan makanan yang lain, setelah ditanya "mana makanan yang paling enak?" maka kalian yang makan sate mengatakan "Sate paling enak, ada yang bilang Pecel paling enak, soto paling enak.... dan beragam jawaban lainnya. kalian mengklaim agama kalian paling sempurna, hanya karena kalian melihat para pemeluk agama itu melakukan hal yang menyimpang dari norma. misal Non muslim boleh minum alkohol yang kata islam haram, saya tanya "berapa banyak orang islam yang meminum alkohol dan menggunakan narkoba?"
Saya seorang muslim tapi terus terang saya malu melihat kelakuan orang islam saat ini. wahai saudaraku semuslim!?
tidak usah terlalu banyak mencela orang lainlah perbaiki diri sendiri dululah baru mencela orang lain, akan tetapi kalo udah baik saya yakin anda tidak akan pernah mencela orang lain. JANGAN MENGAGUNG AGUNGKAN SYMBOL KOSONG. THANKS.
delete
edit
reply
Sun, 30/01/2011 - 12:16pm — Tamu
M Q b h 8
Setuju....
Disaat kita berkomentar tentang sesuatu yang berbeda seharusnya sudah dipahami dengan mendalam dan pembuktian secara otentik perihal masalah yang akan dibicarakan.
Biasanya orang yang memperdebatkan masalah AGAMA dikarenakan pengetauan dan pendalaman yang kurang sehingga salah dalam menafsirkan dengan scope yang sangat sempit.... !!!
yang membingungkan saya kenapa di Indonesia selalu yang diperdebatkan masalah agama.... ( mungkin seperti diatas tadi karena pemahaman yang kurang)... tanpa mengurangi rasa hormat ... saya mengambil contoh untuk menajadi seorang Ustad/pendeta/bhiku misalnya seharusnya memiliki pola pikir yang berkembang... apabila dia cuma seorang yang cuma lulusan Sekolah Dasar bagaimana dia dapat mengembangkan cara dan pola pikir yang baik dan benar kalau dia sendiri tidak dapat memahami apa yang dia pelajari. Akibatnya adalah membenarkan yang satu dan menyalahkan yang lain...
Kesimpulannya jangan berdebat tentang hal yang semakin memperparah kehidupan bangsa yang sudah sekarat... tapi marilah sumbangkan pikiran kita untuk kemajuan bangsa yang tentunya dapat dinikmati anak cucu......
Wasallam
delete
edit
reply
Sun, 01/05/2011 - 12:39am — Tamu
Pemutarbalikan Sejarah
Tolong diperjelas kalo mau menjelaskan sejarah.. sumber yang anda sebutkan anda kutip dari mana? jangan asal mengarang cerita dongeng saja..
delete
edit
reply
Tue, 10/05/2011 - 1:26pm — Tamu
Pattimura dan Matulesi
banyak yg nanya siapa itu PAttimura dan Matulessi , banyak yg blng 2 orang ... tetapi itu tdk bnr , Pattimura adalah Thomas Matulessi mksdnya nama lain Thomas Matulessi adalah PATTIMURA , :)
delete
edit
reply
Wed, 03/08/2011 - 11:28am — Tamu
O .... jelas
Ngapain, jelas-jelas sudah diputar balikkan fakta n sejarahnya. Di dalam Al-Qur'an sudah dijelaskan orang kristen termasuk kaum yang ***. Namanya bukti dan arsip-arsip dari Belanda masih diragukan keabsahannya, apalagi yang membuat adalah penjajah Belanda. Yang termasuk salah satu bangsa kolonial yang sebenarnya masih kelanjutan dari misi-misi kaum Salibis, yang tidak rela Islam berkembang dan jaya seperti di eropa selama 7 abad. Kalo masalah aqidah/tauhid wajib hukumnya berfanatisme. Karena bagimu agamamu bagiku agamaku. Mungkin kamu kristen ya .... hahahahahaha ..... PEACE
delete
edit
reply
Fri, 30/09/2011 - 5:28pm — Tamu
Pr0tes
Apa kalo bgtu ada hikmah'a. Pindah agama , seumpama bld gx dtng ke Maluku pun org Maluku tetep bza baca.
delete
edit
reply
Tue, 25/10/2011 - 2:40am — Tamu
Sudah wajar beda pendapat
Pepatah mengatakan "Sejarah selalu di tulis oleh pemenang". Dan pemenangnya sekarang adalah thogut RI.
delete
edit
reply
Mon, 07/11/2011 - 6:06pm — Tamu
titahitu latu he'e hu'u lau
sebaiknya sebelum mengeluarkan opini, semua harus dilandasi dengan data yang falid, mengatakan sebagian saudara kami adalah penghianat bangsa adalah sesuatu yang tidak berlandas, dalam sejarah Indonesia kita kenal orang-orang maluku sarani yang bersama bahu membahu memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankannya, beberapa diantaranya adalah orang-orang yang dekat dengan bapak proklamator kita Soekarno adalah orang dari barisan nasionalis ambon sarani.
dan untuk tulisan diatas, sejarah perjumpaan orang ambon dengan kolonialis eropa yang berujung perang sengit hingga 2 abad lebih bukan kristenisasi alasan utamanya lahirnya perlawanan, perlawanan pertama yang dikenal orang maluku dengan perang Hitu I, adalah murni karena kesewenang-wenangan orang Portugis di pasar Hitu (Hitu adalah bandar terbesar pada waktu itu di timur selain Ternate, Hitu Lamo--> dapur besar; bahasa Ternate lama, tempat para pedagang membeli rempah-rempah atau membeli bekal keperluan untuk ke kerajaan-kerajan kecil di sekitarnya atau ke ternate).
setelah menyadari kegigihan orang ambon dalam pertempuran, maka pihak portugis menyerang kampung-kampung kecil yang lemah dan memaksa mereka untuk masuk sarani, dengan tujuan untuk membantu mereka kelak melawan pejuang Tana Hitu. Namun upaya portugis ini tidak berjalan sebagaimana mesti saat mereka di usir keluar oleh Pejuang Tana Hitu di bantu pihak Belanda. orang-orang yang sudah masuk Kristen Katolik kemudian dipaksa beralih ke Protestan oleh Belanda, Belanda diberi beberapa hak istimewa atas jasanya oleh orang Tana Hitu, namun belanda yang serakah melakukan upaya monopoli perdagangan rempah-rempah, kemarahan orang ambon menyebabkan perang tana Hitu I kembali bergejolak, belanda melakukan upaya yang sama seperti apa yang di lakukan pihak Portugis yaitu mengkristenisasi negeri-negeri kecil di ambon dan sekitarnya untuk membantu mereka dan upaya ini berhasil. beberapa pertempuran seperti perang Iha, perang Banda, perang Hitu II, perang alaka I-II, beberapa dalam perang Hongi, orang-orang Belanda Hitam ( sebutan untuk orang ambon yang berperang membantu belanda) berhasil meredam perlawanan pejuang maluku.
apa yang saya paparkan diatas adalah upaya meluruskan, dari ihwal tuduhan penghianatan saudara kami, mereka melakukannya karena terpaksa, seperti apa yang dilakukan pahlawan Tuhulele (Raja Buano yang ditawan saat kalah perang Huamual, dan di janjikan kebebasan bila membantu belanda) dan ajudannya Djongker (kelak Djongker memberontak saat sadar yang di tindas adalah saudara-saudaranya sendiri) atas perlawanan pejuang di jawa dan campa, semua karena masih minimnya kesadaran pada waktu akan sebuah makna kebebasan. Bukan karena agama, karena Pahlawan Tuhulele dan ajudanya juga orang muslim.
delete
edit
reply
Wed, 28/12/2011 - 1:05am — Tamu
Belanda tukang tipu suka
Belanda tukang tipu suka ganti2 sejarah.... Saya lebih percaya ma orang pribuminya... Nasib patimurra ma william wallace sama... Dihukum mati ma penjajah.. Lalu sejarahnya ditulis berbeda 180 derajat oleh penjajah... Tp saya sangat kagum dgn hati dan jiwa mereka yg selalu berambisikan arti tentang kemerdekaan.