Harga BBM / bensin memang harus naik demi kestabilan negara

Menurut saya negara harus menjual BBM dengan harga yang tidak memberatkan kondisi keuangan negara. Jika negara bangkrut karena subsidi yang sangat besar, maka pembangunan pun akan terhambat. Negara pun akan akhirnya bisa membuat hutang baru dengan negara lain.

Sebenarnya sebagian besar orang yang menikmati subsidi bahan bakar minyak / bbm adalah orang-orang kaya dan mampu. seorang yang tajir menghabiskan 50 liter premium untuk bensin mobil mewahnya, menghabiskan 5 liter minyak tanah perhari untuk keperluan dapur, dan lain sebagainya.

Subsidi sebaiknya dialihkan ke sisi lain yang langsung kepada rakyat kecil. misalnya membangun industri kecil, menengah dan besar di daerah-daerah yang kurang maju. jangan lupa pula dengan pr besar negara kita yaitu swa sembada pangan. apabila sektor pertanian digarap sungguh-sungguh dengan teknologi maju & modern maka kesejahteraan orang desa pun akan jauh meningkat.

Jika rakyat kecil selalu tertindas, maka jalan terbaik adalah menghilangkan rakyat kecil dengan cara yang cantik. Siapa yang setuju?

Gila!

Gila bgt artikl lo BoSs! mau bikin kritik k pemerintah? Ok jg..!

sebenernya sih setuju juga, tapi..

sebenernya sih illustrasi elu oke banget. Tapi masalahnya, disubsidi atau ngga disubsidi kondisi rakyat kecil sama aja. dulu pemerintah janji, kalau bbm naik, ada subsidi buat minyak tanah (yang dipakai sama orang miskin buat masak sehari-hari) plus biaya pengobatan murah dari kompensasi pencabutan subsidi bbm..

akhirnya bensin naik. rakyat cuma bisa pasrah. pemerintah kemudian gembar-gembor, bilang kalo sudah mensubsidi rumah sakit, buat orang miskin harap bikin kartu, supaya kalo berobat nanti dapet kortingan dari rumah sakit karena sebagian sudah dibayar sama pemerintah. berbondong-bondonglah orang miskin kemudian mendatangi kelurahan, nebelin muka, udah miskin sekarang pake di"cap" lagi demi mendapatkan kartu yang bisa "sedikit" menolong beban mereka dari himpitan hidup yang makin menjepit.

kemudian satu hari gua pergi ke rumah sakit, trus ngeliat ada orang miskin bawa anaknya mau berobat pake kartu miskin, (mungkin sakitnya juga karena ga makan akibat harga-harga yang melambung tinggi imbas dari bbm naik) tapi kemudian ditolak dengan alasan, rumah sakit belum menerima pembayaran dari pemerintah yang berjanji akan membayar setengah dari biaya berobat orang miskin. tuh orang miskin akhirnya pulang, kembali bawa anaknya yang terus merintih kesakitan. dulu, mereka miskin, menderita ga ada yang tau. tapi sekarang, udah miskin, menderita, ketahuan sama orang-orang lagi..?

gua lantas berpikir, kejem amat orang yang bikin mereka sampai kaya gitu ? belum hilang rasa geram gue, terus hari berikutnya gue pergi ke pasar pramuka mau beli obat yang kata bini gua disana harganya murah. wuih, beneran loh. di pasar pramuka harga obat bisa miring banget. trus gua pulang ngeliat capnya. ternyata ada tulisan, obat generik ; yaitu obat yang sedianya disubsidi pemerintah buat orang-orang miskin. pikiran gua kemudian nyambung ke hari kemarin. pantes aja pihak rumah sakit sewot, wong subsidinya udah bocor kemana-mana ?

dan bukannya pengen sombong, gue pengen jelasin, gue ini punya gaji di atas 10 jt per bulan, dapet fasilitas apartemen, ada transportasi, pokoknya hidup lumayan senenglah. pemerintah bilang rencana kenaikan bbm, buat memeratakan penghasilan, bikin orang susah dapet fasilitas dan orang seneng ga makin keenakan. tapi kenyataannya, perasaan orang seneng makin seneng aja tuh ? banyak yang bisa di"ulik" disana-sini.. sementara orang miskin makin tertindas dan ga berdaya, ga tau harus berbuat lagi ?

Post new comment

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

CAPTCHA
Kerjakanlah soal matematika di bawah ini sebelum memasukkan komentar untuk menghindari spam.
17 + 1 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.