Efek Dampak Buruk Standar Nilai Ujian Nasional UN Tinggi Demi Peningkatan Kualitas Pendidikan Indonesia

Sebaiknya sistem pendidikan yang ada sekarang ini diubah menjadi sistem yang lebih baik. Saat ini pemerintah menetapkan nilai yang cukup tinggi untuk dapat lulus dari Ujian Akhir Nasional / UAN baik di tingkat SD, SMP maupun SMA. Untuk dapat lulus setiap siswa diwajibkan untuk mendapatkan nilai 4,00 pada masing-masing mata pelajaran yang diujikan.

Jika pemerintah terus melakukan teror kepada para siswa sekolah dengan mewajibkan setiap siswa menjadi manusia yang sempurna maka akan ada efek samping yang cukup mengerikan, yaitu :

1. Para siswa akan berorientasi pada nilai sehingga ilmu tidaklah berarti bagi mereka. Yang mereka pelajari justru bagaimana cara menjawab soal-soal ujian yang diberikan dengan waktu secepat mungkin dan benar. Setelah ujian selesai maka ilmu yang seharusnya dikuasai siswa tidak dipelajari para siswa.

2. Meningkatkan stres di kalangan siswa sekolah menjelang ujian nasional / UN dilaksanakan. Rasa takut tidak lulus dan malu karena harus mengulang setahun untuk mendapat kesempatan untuk lulus kembali. Terlebih lagi jika orangtua pelajar tidak mampu.

3. Tindak kecurangan akan lebih sering kita jumpai baik dari pihak sekolah yang membantu para murid agar bisa lulus dengan membuatkan contekan jawaban serta dari siswa itu sendiri yang mencontek atau menggunakan kunci jawaban agar bisa lulus ujian dan kemudian melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi.

4. Orang yang jenius di banyak bidang studi namun lemah di satu bidang studi tidak bisa lulus ujian nasional. Dengan begitu hanya manusia sempurna saja dan curang yang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

5. Menimbulkan ketidakpercayaan terhadap sistem pendidikan di Indonesia sehingga akan banyak orang yang putus sekolah dan berusaha mencari uang dengan bekerja atau berwiraswasta. Anak muda akan lebih gemar belajar mencari uang daripada belajar di sekolah karena orang yang lemah di satu mata pelajaran tidak akan pernah bisa lulus ujian nasional. Orang-orang muda akan lebih suka belajar hanya dari program kejar paket daripada sekolah bertahun-tahun setipa hari untuk mendapatkan ijazah di level yang sama.

Dan masih banyak lagi dampak negatif peningkatan mutu pendidikan dengan menaikkan nilai kelulusan siswa/siswi.

Apa kerja pemerintah? maunya instant

Ini salah satu bukti bahwa pemerintah bener2 berjalan tanpa arah. Tiap tahun standar kelulusan pendidikan di seluruh Indonesia terus ditingkatin, dan itu berlaku nasional diseluruh indonesia tanpa memandang daerahnya, dan kualitas pendidikan di daerah itu sendiri. Apa mereka penah tiap tahun naikin anggaran pendidikan (bisa naik 5 tahun sekali aja udah bagus bgt), apa mereka pernah tiap tahun menyumbang 1 miliar untuk pemberian buku saja untuk sekolah2 di pelosok indonesia, atau menyumbang 1 trilliun untuk perbaikan fasilitas dan pembuatan perpustakaan di seluruh sekolah di ndonesia. Jangan cuma pikirin hasilnya donk, pikirin juga prosesnya. Gimana mau nilai sesuai standar kalo tempat belajar aja mau rubuh atau bahkan di kandang sapi? gimana mau nilai standar kalo untuk ke sekolah aja butuh jalan 5 KM malah sampe nyebrang2 sungai pula. jangan samain nilai anak2 di Jakarta yang punya segudang fasilitas dan punya perpustakaan lengkap bahkan ditunjang laboratorium juga. Itu namanya bertindak tanpa berpikir, atau mungkin karena terlalu pusing mikirin duit yang harus dikorupsi sampe2 hal sekecil itu aja ga kepikir. Pendek amat jangkauan otaknya. Think first before you act, and just shut up.

Post new comment

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

19 + 1 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.