Gw kan salah seorang pengguna angkutan bus transjakarta atau yang lebih dikenal busway dan busway juga salah satu transportasi massal yang lagi direncanakan oleh pemda DKI. Gw sebel banget dh, kan busway punya jalur khusus, eh ternyata jalurnya diambil oleh kendaraan lain seperti bus, motor dll, lebih parahnya lagi terkadang polisi dan aparat yg berwenang gak ngambil tindakan yg tegas saat kendaraan yang mengambil jalur busway berada di dpn mereka kayak di prapatan/lampu merah. Percuma aja donk dibuat angkutan yang bebas macet kyk busway ternyata masih juga kena macet, gimana jakarta mau bebas macet!!!
Penyebab Semua Itu Adalah Mobil Pribadi
Mobil pribadi pada umumnya punya body yang besar yang semakin besar dan besar setiap jaman yang dipuja-puja oleh banyak orang dari yang punya duit sampai yang cuma baru bisa mimpi.
Bayangin aja kalau mobil gede itu masuk ke jalan-jalan di kota besar seperti jakarta yang perkembangan jumlah jalan raya tidak berimbang dengan jumlah pertambahan mobil. Macet sudah dianggap kawan yang wajar sehari-hari. Semua berlomba ingin punya mobil yang mewah dan besar supaya dianggap keren dan tajir oleh orang lain.
Pengendara sepeda motor dan penguna kendaraan umum adalah korban dari mobil umum, karena mereka umumnya tidak mampu beli mobil atau sudah sadar. Bayangkan kalau semua pada egois dan pada bawa mobil gede-gede semua. Semua kena macet karena jalan mereka dirampas oleh besarnya mobil memenuhi jalan.
Jadi semua ini adalah bukan kesalahan teknis, namun kesalahan pemerintah dan masyarakat yang terlalu mengagungkan mobil sebagai sarana transportasi. Untuk memperbaikinya diperlukan sarana transportasi 24 jam yang layak, aman, cukup jumlah dan terjangkau oleh semua kalangan kemudian membatasi jumlah mobil dengan berbagai cara untuk mengurangi polusi udara & suara serta kemacetan.
setuju...!!!!
hehehe..kl q c setuju bin sepakat sm pak godam64.maslah utama dan pertamanya ya kemampuan borjuis jakarta yang kehilangan sensitifitas sosial. rumah mewah dengan garasi yg luasnya bisa buat nampung 5-6 mobil2 lux. ck..ck..ck.. kaya ditengah kaum proletar yang masih aja banyak jualan di pinggir jalan, keliling, anjal, gepeng tp teteeeeeeeeeep aja ga peduli.mungkin emang udah mati rasa.hehehe..or ga bisa ngeliat?keseringan pake kacamata item guedheee seh!
but, kl boleh nambahin satu lagi nih, yg q sepakatin dari pak Agus P-lupa nama blkngnya- mengutip pendapat beliau, kalo jkt butuh pemimpin yang tegas, gila dan nekat untuk bisa mengatasi kemacetan dan "kebanjiran"yg jadi penyakit menahun tp ga pernah disembuhin .well,pemimpin jkt memang tidak sekedar berani tetapi harus memiliki daya pikir yg jauh ke depan untuk kebaikan all people living there. kegilaan ini hanya bisa dimiliki orang yg punya daya kreasi dan inovasi tingkat tinggi.
nekat?ga perlu ragu lagi.modal tambahan ini harus dipunyai orang yg mengaku mau dan mampu memimpin jkt.kesiapan mental itu kudu ada justru sebelum naik kursi beneran tp sebelumnya.krn kalo memandang kursi kepemimpinan bukan prestige semata pasti orang akan berpikir 1000x utk mau maju memimpin dan organized jkt dengan sejumlah persoalan yg tumplek blek.pusat negara pasti sedikit banyak akan jadi percontohan daerah,begitu juga sikap pemimpinnya.
hehehe..nah, siap mental itu lebih dibutuhkan utk menghadapi kondisi dan reaksi masyarakat/pihak yg kontra dengan aksi yg dilakukan.kalo emg bener dan bertnaggungjawab,pasti ga bakalan takut dg cercaan orang.lain halnya kl cari simpatik byk org.ga bakalan dapet.krn ga menjawab kebutuhan makro tapi kebutuhan orang per orang dlm komunitas alih2 org senang, yang ada umpatan&kekecewaan di belakang. jakarta emang punya segudang history...
pemda buta atau pura2 tuli terhadap seterilisasi jalur busway
m. iben darto sebagai ketua Fakta (Forum Aspirasi Anak Jakarta) menaggapi sterilisasi jalur basway adalah satu hal yang kami anggap sangat salah, karna munculnya jalur busway justru bukan solusi tapi menambah parah kemacetan jakarta karna keserakahan jalur jalan yang diambilnya. prokontra terhadap busway menjadi bumerang dan olok 2 kan masyarakat terhadap kebijakan pemda yang blunder dan tidak populair, apalagi kebijakan pemda dianggap mencla-mencle berubah tanpa arah terhadap setrilisasi jalur bausway sepertinya pemda buta atau pura2 tuli atas apa yang terjadi. maka muncul segudang pertanyaan pemda itu bertitik tolak untuk kepentingan warganya atau kepentingan pengusahanya.
pemda blm siap...
kalo menurut saya sebenarnya pemda tu blm siap to menjalankan sistem busway..
buktinya ada bus way pa gak tetep aja pengguna jalan (motor, mobil, bus) tetep banyak..padahal kan tujuan utama busway itu mengubah orang yang selalu menggunakan kendaraan untuk menggunakan transportasi massa tersebt. so yang terjadi bukanya mengurangi kemacetan tapi malah nambah macet karena jalur yang sebenarnya untuk umum sekarang malah di bagi untuk jalur busway..sedangkan jalur busway itu bukan jalur baru tetapi jalur lama yang dibagi dengan pengguna jalan umum..yah wajar kalo macet n pengguna kendaraan menggunakan jalur busway.benar gak...??????????????
bagus dah macet, biar dirombak sekalian..
sebenernya yang goblok itu yang bikin program busway. yang bener aje, jalanan udah sempit pake dibusway segala. bayangin di jakarta ini ada ratusan juta manusia, tapi jalannya seuprit, udah seuprit sekarang pake dibuat "khusus-khususan" segala lagi ? kalo mau bikin busway mestinya bikin jalan baru dong, jangan jalan yang udah macet dan sempit makin disempitin ? orang gila aja tau, kalo ini program gila ?
makanya dah, biar aja macet sekalian, kalo perlu sampe ga bisa jalan, biar tuh busway dirombak sekalian !!
Post new comment