Bendera Merah Putih Negara Indonesia Dan Monako/Monaco Berbeda Tidak Sama
Bendera merah putih bukan 100% milik rakyat indonesia saja karena rakyat negara monako juga memiliki dan mengagung-agungkan bendera yang sama. Di samping negara monaco (monako), negara polandia (poland) juga memiliki bendera yang mirip namun dengan warna yang terbalik alias bendera putih merah. Negara Singapura (Singapore) pun berbendera merah putih namun ada tambahan gambar bulan sabit dan lima bintang di warna merahnya.
Apakah serupa & sama?
Ternyata tidak sama.
Kenapa demikian?
Yang berbeda antara bendera merah putih milik Bangsa Indonesia dan Bangsa Monako ada perbedaan dari sisi skala ukuran benderanya.
- Bendera Indonesia : Skala 2 berbanding 3 (2:3)
- Bendera Monako : Skala 4 berbanding 5 (4:5)
Dari sisi sejarah bendera merah putih di Indonesia, kerajaan majapahit telah memakai lambang merah putih. Selain itu kerajaan kediri sebelum kerajaan majapahit dusah memakai panji-panji merah putih. Bendera negara monako dipakai mulai tahun 1881.
Oleh sebab itu dalam membuat bendera merah putih Negara Indonesia masyarakat diharapkan untuk berhati-hati membuat perhitungan skala ukuran benderanya agar pada saat kita hormat kepada bendera kita benar-benar menghormati bendera negara sendiri. Anak-anak pun sebaiknya diberi penjelasan dini secara ringan disaat menggambar bendera agar tidak salah membuat bendera indonesia.
Contoh : Ketika membuat bendera indonesia dengan panjang 1,5 meter, maka lebarnya adalah 1 meter.
- Log in to post comments

Comments
oh...
Mon, 02/06/2008 - 11:30am — Tamu
oh...
lagi searching ttng negara Monaco tuk tugas wisata,jadi nambah pengetahuan neh ttng bendera Merah putih yg ternyata berbeda dg bendera Monaco..
delete
edit
reply
Mon, 04/08/2008 - 1:21pm — Tamu
black_di2n@yahoo.com
nih aku dapat 1 pertanyaan yang sepele tapi gak nemu2 dari duluuuuuuuuu sekali, nih pertanyaan dari diriku sendiri, ampek sekarang gak nemu2
yang jahit sang saka merah putih tu bu Fatmawati, yang jadi pertanyaan kain Merah Putih yang di jahit oleh bu Fatmawati tu dari sapa ya ????
delete
edit
reply
Tue, 05/08/2008 - 7:49pm — Tamu
devi andriati 15 thn jak-bar
saya aga bingung npa,soalnya budaya2 indonesia seperti reog ponorogo ko "diikuti" negara malaysia ya?
apa malaysia ga punya budayanya sendiri?
saya sangat benci dgn negara malaysia,karna negara itu penghancur negara kita!!!
sedangkan tki2 yg bekerja di malaysia banyak yg meninggal karna dianiaya oleh majikannya di malaysia saya sangat benci dgn malaysia!!!!!
delete
edit
reply
Wed, 28/01/2009 - 5:45pm — Tamu
Grace
saya juga setuju bahwa bendera merah putih bukan milik Indonesia saja
delete
edit
reply
Mon, 05/10/2009 - 8:37am — Tamu
Ok
Dr majalah intisari yg pnh gw bca, kain merah nya dr kain tenda warung soto yg dibeli seharga Rp.500,. Dan kain putih nya dr seprai kasur di rumah Bung Karno.
delete
edit
reply
Tue, 27/10/2009 - 10:51am — Tamu
Devi Adriati ! fikiran anda terbang ~~~~~~~~
Apa maksud mengatakan Malaysia menghancur Indonesia... tiada sesiapa yang menghancurkan sesiapa..dan rakyat Indonesia harus mengerti perkara itu..dan rakyat Indonesia harus buka lebih lebar lagi kotak pemikiran yang semakin sempit itu..lihatlah sesuatu itu dalam hubungan yang lebih luas... ~~~~~~
delete
edit
reply
Mon, 14/06/2010 - 3:02pm — Tamu
indonesia vs malaysia
indonesia dan malaysia adalah 2 negara muslim yg bsar di dunia dan mrpkan ngra mslim terbsar d asia tnggra. scra strategis mlmahkan kbu muslim di asia tnggra adlh dgn m'rsak jlnan p'saudraan kedua ngra ni. ada udang di blk btu yg dimainkan seseorg untk m'lmahkan qta umat muslim di asia tnggra dgn m'mnas2kan dua ngra mslim ni. qta mslim adlh b'saudra, so sengketa yg tmbul dlm p'saudraan tu psti da. rasul pun m'ngjarkan qta utk dpt slesaikn mslh dgn muslihat dgn jln m'bcrakan dan m'cri slusi utk k'baikan b'sma. jgn smpai politik de vide et impera t'ulang kmbli. qta bljr dri sjrh dan msa llu. bgmn indnsia yg myortas kerjaan muslim msh dpt di adu dmba oleh blnda. jgn smpai pun hal yg sma t'ulang kmbli.
delete
edit
reply
Fri, 16/07/2010 - 2:33pm — Tamu
Indonesia vs Malaysia
Setelah melihat komentar anda, saya akan menanggapi beberapa hal.
Yang pertama yaitu ;
1. Anda salah kalau mengatakan bahwa negara Indonesia "negara muslim" karena Undang-Undang Dasar Negara Indonesia bukan berdasarkan hukum Islam, tetapi negara Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik yang setiap warga negaranya siap membela apabila ada ancaman yang menganggu kedaulatan negara Republik Indonesia .
2. Yang menjadi permasalahan adalah masalah Hak Cipta, Hak Kekayaan Intelektual dan Ilmu Pengetahuan kemudian ada masalah yang paling krusial, yaitu masalah wilayah kedaulatan negara Indonesia yang diambil alih oleh negara Malaysia.
3. Masalah sengketa itu dapat diselesaikan kalau pihak yang salah mengakui kesalahan dan meminta maaf kemudian memperbaiki kesalahan yang sudah dibuat (tanpa perlu melihat status sosial, agama, jabatan dll) dan tidak ada sifat tamak dari salah satu pihak.
mungkin untuk sementara itu saja komentar saya. (Saya rasa kalau anda memiliki intelektual yang tinggi, anda pasti bisa menterjemahkan maksud dari komentar saya)
Dan yang terakhir, yaitu; "Bila melihat postingan anda dari segi tata bahasa, segi tata penulisan huruf dan kata, saya bisa langsung menilai bahwa anda sangat kurang dalam etika korespondensi.
Terimakasih.
delete
edit
reply
Thu, 26/08/2010 - 1:28am — Tamu
bendera indonesia
bendera indonesia juga hasil ciplakan bendera belanda..Mereka hanya mengoyakkan warna biru di bahagian bawah bendera Belanda yang menjadi bendera rasmi indonesia sepanjang 340 tahun penjajahan..Ini terjadi secara spontan apabila belanda mengisytiharkan kemerdekaan, mereka merentap bendera belanda lalu meninggalkan hanya 2 warna merah putih. Mitos ikatan dan panji merah putih Singamaraja dan Diponegoro adalah rekaan mereka sahaja. Monaco (1339) dan Poland (1831) juga menggunaka warna yang sama sebelum kemerdekaan indonesia. Siapa yang plagiat? Singapore yang tiru tak bising..Sang Saka Merah Putih tu dicipta tahun 1945..Monaco 1339 dan rasmi 1881..Sehinggakan kerajaan indonesia mengisytiharkan agar rakyatnya tidak salah membuat ukuran rasmi bendera indon dengan skala 2:3 dan bukan 4:5 seperti ukuran rasmi monaco kerana dikhuatiri mengibarkan bendera Monaco yang termasyur dengan pusat perjudiannya...hehehe...
delete
edit
reply
Mon, 06/09/2010 - 3:25pm — Tamu
kalo dari info2 yg saya
kalo dari info2 yg saya dengar sih, termasuk dari saudara yg tinggal di malaysia, malaysia gak mencuri budaya. utk diketahui, sangat banyak org indonesia yg tinggal disana (yg bukan TKI), cth. di selangor banyak org jawa, di daerah lain banyak org padang yg tetap berbahasa minang dll. org2 indonesia disana masih cinta budaya jadi masih ada pagelaran wayang, misalnya. jadi memang kita lihat malaysia memakai budaya indonesia.
wallahu a'lam..
delete
edit
reply
Sun, 12/09/2010 - 11:57pm — Tamu
Indonesia VIVA
Saya bangga sebagai Bangsa Indonesia. Seluruh dunia melirik Indonesia semenjak sebelum abad ke 10. Rempah rempahnya sangat terkenal, sampai sampai suku bangsa Arab, Cina, India ke Indonesia hanya ingin membeli rempah rempah. Dan setelah diketemukan oleh bangsa Eropa (Portugal & Spanyol), Indonesia dipermainkan oleh bangsa yang merasa lebih hebat, tetapi tidak pernah damai (banyak peperangan), tetapi di Indonesia banyak perdamaian.
Setelah perang dunia ke'-2 daerah Indonesia menjadi perebutan negara negara maju, baik Amerika, Jepang, Eropa, maupun negara negara tetangga, seperti, malaysia, singapur. Mereka menikmati kekayaan alam, bahkan udara segar yg dikirim dari Indonesia (banyak hutan) secara alamiah.
Kita lihat pada waktu krisis moneter, malaysia dan singapora sangat terpuruk, karena mereka banyak mengandalkan Indonesia, mereka mbak malaikat menolong Indonesia, tetapi sebenarnya mereka mengalihkan kekayaan Indonesia ke negaranya dengan bantuan Eropa n Amerika.
Banyak negara negara maju tidak menginginkan Indonesia lebih maju. Kalau Indonesia lebih maju maka mereka tidak akan mendapatkan harta Indonesia dengan jujur dan adil.
Sebenarnya perselisihan Indonesia n Malaysia bukanlah hal yang baru sebagai tetangga, tetapi yang perlu kita cermati adalah apakah6 ada PIHAK KETIGA yang membocengi ? Kita sebagai WN perlu berkepala dingin, jangan terpancing.
Memang Indonesia masih banyak kekurangan, kita tahu pengurusan Hak Paten di Indonesia memakan waktu 2 thn lebih, dan perlu uang pelicin, sedangkan di Jepang hanya 2 minggu n tanpa uang pelicin sama sekali.
Pelayan Publik di negara maju adalah benar benar PELAYAN / JONGOS, tetapi di Indonesia bukan yakni PEMERINTAH. Pada jaman Soekarno Pelayan Publik disebut juga JONGOS, sehingga mereka benar benar melayani, sekarang tidak.
Semua penyakit di Indonesia sebenarnya akar masalahnya ada di KORUPSI. Kalau ini dapat dikecilkan setengahnya saja, saya yakin Indonesia akan melebihi Jepang or Korea or China, apalagi Malaysia dan Singapura.....
Semua negara tidak menginginkan Indonesia maju, jadi mereka menjaga bagaimana Indonesia tetap korup. Jadi apa yang harus kita lakukan ?
Berdiri di kaki sendiri, jangan tergantung negara lain, seperti kata SOEKARNO. Bantuan negara asing bukanlah bantuan murni, pasti ada yang ditembaknya.
Seperti pinjaman lunak, di negara maju, sebenarnya bukan memberikan bunga rendah. Misalkan Jepang, bunga depositonya saja NOL %, tetapi rakyatnya tetap menabung. Dan pihak Bank bank kebingungan menyalurkan kredit, karena pertumbuhan ekonominya rendah. Jadi mereka sebenarnya datang ke Indonesia bukan maksud UTAMA membantu, tetapi banyak uang yang harus dinaikkan, sehingga dia berikan Indonesia soft loan, tetapi sebenarnya bunganya tetap lebih tinggi dibandingkan kalau mereka invest di negaranya.
Saya yakin dan telah ada beberapa penelitian ditingkat yang dapat dipercaya oleh investor dunia, setelah Eropa, US, Jepang, China berjaya, dan mereka akan kehilangan kendali terhadap ekonomi, maka Indonesia akan maju sebagai KUDA HITAM. Dengan syarat, KURANGI KORUPSI SETENGAH secara mutlak per 5 tahun. Jangan seperti sekarang, hanya gaungnya saja, tetapi pada level pelaksanaannya ???
VIVA INDONESIA
delete
edit
reply
Fri, 04/02/2011 - 2:21pm — Tamu
Niia
Apa tidak ada perbedaan warna merah pada bendera indonesia dan monako ??
delete
edit
reply
Mon, 15/08/2011 - 9:43pm — Tamu
Bendera Merah Putih
The national flag of Monaco (French: Drapeau de Monaco) has two equal horizontal bands of red (top) and white, both of which have been the heraldic colors of the House of Grimaldi since at least 1339. The present bicolor design was adopted on April 4, 1881, under Prince Charles III.
Monaco's original flag, which was similar to its current state flag but bore an older version of its coat of arms, was in use from the principality's early days (except during its annexation to France from 1793 to 1814) until the present, simpler design was adopted in 1881.
Another design (below), the banner of the state arms (lozenges in the Grimaldi family colors, in heraldic terms "lozengy argent and gules"), was used at various times, particularly in the 17th century, as an unofficial flag, and still appears in some royal photographs. However, it has no designated use, and does not represent any Monegasque official in particular.
delete
edit
reply
Thu, 20/10/2011 - 5:00am — Tamu
itu artinya bahwa bangsa
itu artinya bahwa bangsa indonesia dan malaysia itu sebenarnya berasal dari rumpun yg sama, kita bersaudara, makanya jangan heran kalau budaya, bahasa, kesenian, cita rasa (rendang) dll sama. adanya kesamaan dalam banyak hal tsb harus dianggap suatu hal yg wajar.
delete
edit
reply
Sat, 07/01/2012 - 4:55pm — Tamu
hmhm,,
bendera merah putih yang di jahit oleh ibu fatmawati itu adalah hasil dari penyobekan bendera Belanda (merah, putih, biru : birunya di sobek) oleh arek-arek Surabaya pada waktu 10 November.
delete
edit
reply
Tue, 06/03/2012 - 9:38pm — Tamu
Koreksi
Asal bendera Merah putih sejak jaman Majapahit itu BUKAN rekaan, filosofinyanya adalah warna merah putih diambil dari hasil pertanian pada masa itu yaitu kelapa (tanaman ini bermanfaat dari akar sampai buahnya), merah yaitu gula kelapa dan putih yaitu santan kelapa. Seluruh masakan menggunakan kedua bumbu ini yang melambangkan kesejahteraan. Lihat pula sumpah Palapa yang diucapkan oleh Patih Gajah Mada (tertulis di prasasti) bahwa itu tidak akan menikmati "palapa" (kelapa) sebelum tujuannya berhasil.