Alasan penyebab kenapa seseorang bisa tega bunuh diri?
Tue, 10/03/2009 - 10:21am — Arkhan
hai frends tahu tidak karena faktor apa saja yang bisa membuat seseorang bunuh diri sendiri? kenapa bisa senekat itu padahal banyak sekali orang yang takut mati. jangankan mati, menyakiti diri sendiri saja tidak berani. kenapa ya?
itu orang yang bunuh diri dia kira bisa lepas dari masalah dunia, padahal di akhirat nanti dia bakal menemukan masalah baru yang akan membuat dia menyesal melakukan bunuh diri dengan masalah yang bisa diatasi. padahal tidak ada masalah yang tidak bisa diatasi di dunia ini. dasar WONG EDAN TENAN.
Biasanya mereka putus asa dan gak punya tujuan hidup.Kalo orang punya tujuan hidup pasti dia gak akan pernah berfikir untuk bunuh diri walau sesulit apapun hidup yg dia jalani.
Biasanya karena tidak tahan menyembunyikan suatu masalah besar, stress dan takut diketahui orang terdekat maupun orang lain.. Misalnya kesulitan ekonomi, takut ketahuan hamil, mandul, pokoke yg jelek2 deh.. ck ck ck..
biasax klo di'sudutin org gitu aku tuh merasa udah gak ad gunanya hidup..
apalagi d'kucilin...
rasa mau mati aja..
pernah aku cobaiin mau bunuh diri..
aku udah minum obat-obatan..tapi sampai sekarang aku masih bisa hidup..
tidak pernah merasakan kesakitan..
SYUKUR KEPADA TUHAN
semua hanya bisa menghakimi orang yg ingin melakukan bunuh diri. semua ngak pernah merasakan apa yg dirasakan orang yg ingin membunuh dirinya sendiri. jadi jangan jadi orang yang sok mengerti agama, sok kuat, sok memberi nasihat, tetapi pada kenyataannya blm pernah merasakan apa yg dirasakan orang yg ingin membunuh dirinya.
kita hidup didunia memiliki jalan masing-masing, saat kita bertemu dengan 2 jalan yang berbeda kita memilih jalan yang kita anggap baik, namun ketika jalan yang kita peroleh buntu dan kita tidak bisa kembali kejalan semula, kita hanya bisa berharap kalau ini adalah akhir dari segalanya, namun, tuhan tidak jua mengakhirinya, hingga kita berfikir untuk mengakhirinya sendiri...
ingatlah suka dan duka yang kita peroleh adalah hasil dari apa yang kita lakukan, lakukanlah yang terbaik bagi diri kita dan orang lain, sangan sampai kita mengakhiri hidup ini, kita harus berfikir positif mengenai hidup, kita harus bangga dengan hidup kita, mulai sekarang kita harus benahi hidup kita dari 0.
utk smwa. Mungkn ini kta trakhir bwt w. Alsan knpa w bunuh diri... Sma persis spt di atas tpi w gak ngerti pa itu yg 'kmbli dri 0'. Yg w raskan life must go on w gak bisa kmbli bhkan utk mnjadi seseorang dg khdupn normal, so complicated mngkin bwt w nevermind tpi bwt diskitar w yg gak bsa dn trus mmbrikan beban phsycologis hingga unconsiousmind w mmilih utk mngakhrinya. W cma penat dn w slalu brdoa smoga dcabutnya nyawa ini. Tpi w sdar ni bkan takdir w tpi nasib w. Amin
orang bunuh diri mungkin karena dia putus asa dsb banyak orang bunuh diri malah ada yang mencoba menabrakan dirinya ke becak khan aneh gg mungkin langsung mati mending minum baigon / racun serangga kan langsung tuh tidur selamanya
tips ini bukan untuk ditiru melainkan untuk di coba langsung.....
Bunuh diri memang masalah yang memprihatinkan belakangan ini. Bunuh
diri bukanlah jalan keluar terakhir. Semua problem berat bisa diatasi,
dan banyak orang telah berhasil melakukannya. Kehidupan Anda sangat
berharga termasuk bagi orang lain.
Lihat artikel mengenai mengatasi keinginan untuk bunuh diri maupun mencegah seseorang bunuh diri di sini: Bunuh Diri
Menurut saya, faktor-faktornya antara lain:
1. BIOLOGIS
Ada penelitian yang menemukan bahwa mereka yang melakukan bunuh diri memiliki kadar Serotonin yang rendah. Serotonin sendiri adalah salah satu neurotransmitter otak yang sangat penting. Selain Serotonin, faktor lainnya secara biologis adalah genetika. Ada beberapa bukti yang menyatakan bahwa genetika memainkan peran dalam kelainan-kelainan mental (mental disorders), contohnya bunuh diri dan schizofrenia (penyebab schizofrenia salah satunya adalah genetika). Dan dari pernyataan sebelumnya juga, bunuh diri dapat disebabkan oleh kelainan-kelainan mental lainnya.
2. SUBSTANCE ABUSE
Karena saya tidak tahu terjemahan yang tepat, maka saya akan menggunakan bahasa aslinya, substance abuse. Narkoba, alkohol, bahkan rokok dapat memainkan peran dalam bunuh diri, mengingat hal-hal tersebut mempengaruhi mental.
3. MASALAH SOSIO-EKONOMIK
Ketidakmampuan untuk memenuhi keinginan karena masalah uang (seperti kemiskinan dan pengangguran), bisa menjadi faktor bunuh diri, terlebih jika yang diinginkan itu adalah yang memang menjadi kebutuhan primer setiap individu. Orang-orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan primer seharusnya memiliki resiko bunuh diri yang tinggi.
4. BEBAN/TEKANAN LINGKUNGAN YANG MENGHASILKAN DEPRESI
Bullying, stereotyping, rasisme hubungan asmara dan lain sebagainya merupakan masalah-masalah yang tak jarang kita temui di kehidupan sehari-hari. Orang-orang yang menjadi korban hal-hal tersebut biasanya depresi dan ingin "menghilangkan rasa sakit itu" meskipun ia tak akan bisa merasakan kebahagiaan dan sejenisnya dengan cara bunuh diri. Seharusnya beberapa orang yang bunuh diri akibat faktor ini, telah memikirkan dengan cukup matang konsekuensinya, kecuali karena cinta.
5. KEHILANGAN CARA/PELARIAN
Mereka merasa tidak dapat menemui penyelesaian/akhir dari masalah-masalah, dan bunuh diri merupakan salah satu alternatif yang dianggap sebagai jalan terbaik. Kenapa seorang individu bisa kehilangan cara? Kemampuan berpikir yang tidak cukup untuk memikirkan "jalan keluar"; adanya/tidak adanya informasi yang menjadi alasan untuk suatu individu menganggap bahwa mereka kehilangan cara; obat-obatan yang berhubungan dengan otak; tekanan yang terus menerus dan berantai; penyakit; finansial; dan lain sebagainya.
6. AGAMA
Karena fanatisme, salah kaprah, atau ajaran agama/kepercayaan itu sendiri. Kadang, bunuh diri dalam rangka menyalahkan Tuhan atau bentuk protes terhadap Tuhan juga menjadi alasan bunuh diri, mungkin karena meere. Seperti bunyi quote ini: "Suicide is man's way of telling God, "You can't fire me - I quit!"
7. MERASA BAHWA EKSISTENSI-NYA (PELAKU), ADALAH BEBAN
Percaya bahwa teman, keluarga, orang yang dikasihi, lingkungan, dan dunia akan lebih baik tanpa keberadaan dirinya, seseorang bisa menghadiahkan "harta terbesar" yang mereka miliki.
Saya rasa cukup dengan faktor-faktor penyebab bunuh diri dan kini saya akan menanggapi komen-komen yang ada sebelum saya (maaf, agak sedikit "terbakar-bakar":
1. Kalian jangan menganggap kalau kalian adalah paling benar kepada pelaku bunuh diri/orang yang berpikiran bunuh diri. Melihat komentar beberapa dari kalian, kalian menganggap bahwa mereka salah kaprah. Berdasarkan yuridiksi apa anda mau mengatakan ini? Mereka pasti masuk neraka? Apakah anda sendiri pernah melihat/tau neraka itu seperti apa? Jadi anda tidak bisa mengjudge orang lain salah kaprah ataupun menganggap neraka itu ada. Yang perlu saya tekankan adalah, jika anda punya alasan kuat untuk mendukung pernyataan anda, maka beberapa dari pelaku bunuh diri atau yang berpikiran untuk bunuh diri yang memegang kuat prinsip mereka juga punya alasan kuat. Apa salah satu alasan yang bagus mengapa dunia ini memiliki lebih dari satu agama? Karena setiap pemeluk-pemeluk agama, memiliki alasan yang kuat untuk memeluk agama yang mereka pilih. Memang hampir tidak ada masalah yang tidak bisa diatasi, tapi apakah pengorbanan/usaha yang harus dilakukan pasti lebih baik daripada bunuh diri? Pikir lagi, anda bukan mereka (sang pelaku), dan mereka bukan anda.
2. Jika kalian dilahirkan menjadi mereka sepenuhnya, lingkungan yang sama, nasib yang sama, dan memori yang sama, tentunya anda akan melakukan hal yang persis sama bukan? Jadi, menurut saya itu adalah hal yang wajar, dan kalian tidak pantas menyebut mereka orang yang bodoh, ataupun menganggap hidup itu enak/nikmat. Jika tuhan tidak pernah memberikan cobaan yang di luar kemampuan umatnya, maka bagaimana dengan mereka yang mati kelaparan? Anda seharusnya tidak bisa bicara demikian jika anda adalah mereka.
seseorang memutuskan untuk bunuh diri bisa jadi bukan hanya karena hidupnya sulit/sedih, melainkan bisa juga hidupnya bahagia. bisa saja mereka takut akan hari esok, kebahagiaannya berakhir. saya menemukan satu contoh kasus; seorang wanita bunuh diri tepat dua hari menjelang hari pernikahannya. calon suaminya adalah lelaki yang ia cintai bertahun-tahun, lelaki yang selalu ia mimpikan akan menikahinya. hidupnya hampir sempurna, namun ia begitu takut setelah ia menikah nanti, banyak hal yang terjadi, yang mungkin saja merusak kesempurnaan yang telah ia peroleh. istilahnya, sekarang ia sudah berada di 'zona nyaman' dan ia tidak berani keluar dari situ. padahal, kalau dipikir dengan wajar, waktu akan terus berjalan dan di setiap pernikahan pasti ada batu sandungan yang menjadi ujian kita dalam menjalani ikatan pernikahan. tapi ia terlalu takut membayangkan hal itu terjadi dan akhirnya ia memutuskan untuk bunuh diri.
benar bahwa kita tidak boleh serta-merta menjudge orang yang memutuskan untuk bunuh diri sebagai orang bodoh atau kelak masuk neraka, karena mereka pasti punya alasan yang cukup kuat untuk mengakhiri hidup mereka. dan orang yang bunuh diri, menurut saya, sama sekali bukan orang yang tidak percaya Tuhan, melainkan orang yang tidak sabar ingin mengadukan segala persoalannya dan ingin buru-buru berada dalam pelukan-NYA.
SALAH KAPRAH
itu orang yang bunuh diri dia kira bisa lepas dari masalah dunia, padahal di akhirat nanti dia bakal menemukan masalah baru yang akan membuat dia menyesal melakukan bunuh diri dengan masalah yang bisa diatasi. padahal tidak ada masalah yang tidak bisa diatasi di dunia ini. dasar WONG EDAN TENAN.
Putus asa
Biasanya mereka putus asa dan gak punya tujuan hidup.Kalo orang punya tujuan hidup pasti dia gak akan pernah berfikir untuk bunuh diri walau sesulit apapun hidup yg dia jalani.
JONI
ITU MAH ORANG NYA MANG BEGO Z,enakan IDUP EH MALAH BUNUH DIRI
STT (Stress Tingkat Tinggi)
Biasanya karena tidak tahan menyembunyikan suatu masalah besar, stress dan takut diketahui orang terdekat maupun orang lain.. Misalnya kesulitan ekonomi, takut ketahuan hamil, mandul, pokoke yg jelek2 deh.. ck ck ck..
GAK PERCAYA TUHAN
Tuhan gak akan ngasih cobaan di luar kemampuan umatnya. Orang yang bunuh diri menurut gue gak percaya 100% sama Tuhan...
BUKAN SALAH KAPRAH
kalo ane blg y..ini smua bkn ape2 kl dbndingin ama org2 skitar pelaku yang kurang tanggap ama pelaku,kasih apa kek gitu..jn didiemin aja.
DIPUTUSIN PACAR
kayak gua getho
ada kgk yg mau jadi cewek gua?
d'sudutin org atow gak dikucilin
biasax klo di'sudutin org gitu aku tuh merasa udah gak ad gunanya hidup..
apalagi d'kucilin...
rasa mau mati aja..
pernah aku cobaiin mau bunuh diri..
aku udah minum obat-obatan..tapi sampai sekarang aku masih bisa hidup..
tidak pernah merasakan kesakitan..
SYUKUR KEPADA TUHAN
pada hanya bisa bicara
semua hanya bisa menghakimi orang yg ingin melakukan bunuh diri. semua ngak pernah merasakan apa yg dirasakan orang yg ingin membunuh dirinya sendiri. jadi jangan jadi orang yang sok mengerti agama, sok kuat, sok memberi nasihat, tetapi pada kenyataannya blm pernah merasakan apa yg dirasakan orang yg ingin membunuh dirinya.
BINGUNG
kita hidup didunia memiliki jalan masing-masing, saat kita bertemu dengan 2 jalan yang berbeda kita memilih jalan yang kita anggap baik, namun ketika jalan yang kita peroleh buntu dan kita tidak bisa kembali kejalan semula, kita hanya bisa berharap kalau ini adalah akhir dari segalanya, namun, tuhan tidak jua mengakhirinya, hingga kita berfikir untuk mengakhirinya sendiri...
ingatlah suka dan duka yang kita peroleh adalah hasil dari apa yang kita lakukan, lakukanlah yang terbaik bagi diri kita dan orang lain, sangan sampai kita mengakhiri hidup ini, kita harus berfikir positif mengenai hidup, kita harus bangga dengan hidup kita, mulai sekarang kita harus benahi hidup kita dari 0.
BINGUNG
merasa masalah yang kita punya adalah akhir dari segalanya,
agung
utk smwa. Mungkn ini kta trakhir bwt w. Alsan knpa w bunuh diri... Sma persis spt di atas tpi w gak ngerti pa itu yg 'kmbli dri 0'. Yg w raskan life must go on w gak bisa kmbli bhkan utk mnjadi seseorang dg khdupn normal, so complicated mngkin bwt w nevermind tpi bwt diskitar w yg gak bsa dn trus mmbrikan beban phsycologis hingga unconsiousmind w mmilih utk mngakhrinya. W cma penat dn w slalu brdoa smoga dcabutnya nyawa ini. Tpi w sdar ni bkan takdir w tpi nasib w. Amin
HAHAHAHA hy gan
orang bunuh diri mungkin karena dia putus asa dsb banyak orang bunuh diri malah ada yang mencoba menabrakan dirinya ke becak khan aneh gg mungkin langsung mati mending minum baigon / racun serangga kan langsung tuh tidur selamanya
tips ini bukan untuk ditiru melainkan untuk di coba langsung.....
plus masuk neraka
EHM
janagan ditiru ya bunuh diri itu dosa
Ayo Cegah Bunuh Diri
Bunuh diri memang masalah yang memprihatinkan belakangan ini. Bunuh
diri bukanlah jalan keluar terakhir. Semua problem berat bisa diatasi,
dan banyak orang telah berhasil melakukannya. Kehidupan Anda sangat
berharga termasuk bagi orang lain.
Lihat artikel mengenai mengatasi keinginan untuk bunuh diri maupun mencegah seseorang bunuh diri di sini:
Bunuh Diri
Faktor-Faktor Penyebab Bunuh Diri dan Komentar Saya
Menurut saya, faktor-faktornya antara lain:
1. BIOLOGIS
Ada penelitian yang menemukan bahwa mereka yang melakukan bunuh diri memiliki kadar Serotonin yang rendah. Serotonin sendiri adalah salah satu neurotransmitter otak yang sangat penting. Selain Serotonin, faktor lainnya secara biologis adalah genetika. Ada beberapa bukti yang menyatakan bahwa genetika memainkan peran dalam kelainan-kelainan mental (mental disorders), contohnya bunuh diri dan schizofrenia (penyebab schizofrenia salah satunya adalah genetika). Dan dari pernyataan sebelumnya juga, bunuh diri dapat disebabkan oleh kelainan-kelainan mental lainnya.
2. SUBSTANCE ABUSE
Karena saya tidak tahu terjemahan yang tepat, maka saya akan menggunakan bahasa aslinya, substance abuse. Narkoba, alkohol, bahkan rokok dapat memainkan peran dalam bunuh diri, mengingat hal-hal tersebut mempengaruhi mental.
3. MASALAH SOSIO-EKONOMIK
Ketidakmampuan untuk memenuhi keinginan karena masalah uang (seperti kemiskinan dan pengangguran), bisa menjadi faktor bunuh diri, terlebih jika yang diinginkan itu adalah yang memang menjadi kebutuhan primer setiap individu. Orang-orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan primer seharusnya memiliki resiko bunuh diri yang tinggi.
4. BEBAN/TEKANAN LINGKUNGAN YANG MENGHASILKAN DEPRESI
Bullying, stereotyping, rasisme hubungan asmara dan lain sebagainya merupakan masalah-masalah yang tak jarang kita temui di kehidupan sehari-hari. Orang-orang yang menjadi korban hal-hal tersebut biasanya depresi dan ingin "menghilangkan rasa sakit itu" meskipun ia tak akan bisa merasakan kebahagiaan dan sejenisnya dengan cara bunuh diri. Seharusnya beberapa orang yang bunuh diri akibat faktor ini, telah memikirkan dengan cukup matang konsekuensinya, kecuali karena cinta.
5. KEHILANGAN CARA/PELARIAN
Mereka merasa tidak dapat menemui penyelesaian/akhir dari masalah-masalah, dan bunuh diri merupakan salah satu alternatif yang dianggap sebagai jalan terbaik. Kenapa seorang individu bisa kehilangan cara? Kemampuan berpikir yang tidak cukup untuk memikirkan "jalan keluar"; adanya/tidak adanya informasi yang menjadi alasan untuk suatu individu menganggap bahwa mereka kehilangan cara; obat-obatan yang berhubungan dengan otak; tekanan yang terus menerus dan berantai; penyakit; finansial; dan lain sebagainya.
6. AGAMA
Karena fanatisme, salah kaprah, atau ajaran agama/kepercayaan itu sendiri. Kadang, bunuh diri dalam rangka menyalahkan Tuhan atau bentuk protes terhadap Tuhan juga menjadi alasan bunuh diri, mungkin karena meere. Seperti bunyi quote ini: "Suicide is man's way of telling God, "You can't fire me - I quit!"
7. MERASA BAHWA EKSISTENSI-NYA (PELAKU), ADALAH BEBAN
Percaya bahwa teman, keluarga, orang yang dikasihi, lingkungan, dan dunia akan lebih baik tanpa keberadaan dirinya, seseorang bisa menghadiahkan "harta terbesar" yang mereka miliki.
Saya rasa cukup dengan faktor-faktor penyebab bunuh diri dan kini saya akan menanggapi komen-komen yang ada sebelum saya (maaf, agak sedikit "terbakar-bakar":
1. Kalian jangan menganggap kalau kalian adalah paling benar kepada pelaku bunuh diri/orang yang berpikiran bunuh diri. Melihat komentar beberapa dari kalian, kalian menganggap bahwa mereka salah kaprah. Berdasarkan yuridiksi apa anda mau mengatakan ini? Mereka pasti masuk neraka? Apakah anda sendiri pernah melihat/tau neraka itu seperti apa? Jadi anda tidak bisa mengjudge orang lain salah kaprah ataupun menganggap neraka itu ada. Yang perlu saya tekankan adalah, jika anda punya alasan kuat untuk mendukung pernyataan anda, maka beberapa dari pelaku bunuh diri atau yang berpikiran untuk bunuh diri yang memegang kuat prinsip mereka juga punya alasan kuat. Apa salah satu alasan yang bagus mengapa dunia ini memiliki lebih dari satu agama? Karena setiap pemeluk-pemeluk agama, memiliki alasan yang kuat untuk memeluk agama yang mereka pilih. Memang hampir tidak ada masalah yang tidak bisa diatasi, tapi apakah pengorbanan/usaha yang harus dilakukan pasti lebih baik daripada bunuh diri? Pikir lagi, anda bukan mereka (sang pelaku), dan mereka bukan anda.
2. Jika kalian dilahirkan menjadi mereka sepenuhnya, lingkungan yang sama, nasib yang sama, dan memori yang sama, tentunya anda akan melakukan hal yang persis sama bukan? Jadi, menurut saya itu adalah hal yang wajar, dan kalian tidak pantas menyebut mereka orang yang bodoh, ataupun menganggap hidup itu enak/nikmat. Jika tuhan tidak pernah memberikan cobaan yang di luar kemampuan umatnya, maka bagaimana dengan mereka yang mati kelaparan? Anda seharusnya tidak bisa bicara demikian jika anda adalah mereka.
nah
seseorang memutuskan untuk bunuh diri bisa jadi bukan hanya karena hidupnya sulit/sedih, melainkan bisa juga hidupnya bahagia. bisa saja mereka takut akan hari esok, kebahagiaannya berakhir. saya menemukan satu contoh kasus; seorang wanita bunuh diri tepat dua hari menjelang hari pernikahannya. calon suaminya adalah lelaki yang ia cintai bertahun-tahun, lelaki yang selalu ia mimpikan akan menikahinya. hidupnya hampir sempurna, namun ia begitu takut setelah ia menikah nanti, banyak hal yang terjadi, yang mungkin saja merusak kesempurnaan yang telah ia peroleh. istilahnya, sekarang ia sudah berada di 'zona nyaman' dan ia tidak berani keluar dari situ. padahal, kalau dipikir dengan wajar, waktu akan terus berjalan dan di setiap pernikahan pasti ada batu sandungan yang menjadi ujian kita dalam menjalani ikatan pernikahan. tapi ia terlalu takut membayangkan hal itu terjadi dan akhirnya ia memutuskan untuk bunuh diri.
benar bahwa kita tidak boleh serta-merta menjudge orang yang memutuskan untuk bunuh diri sebagai orang bodoh atau kelak masuk neraka, karena mereka pasti punya alasan yang cukup kuat untuk mengakhiri hidup mereka. dan orang yang bunuh diri, menurut saya, sama sekali bukan orang yang tidak percaya Tuhan, melainkan orang yang tidak sabar ingin mengadukan segala persoalannya dan ingin buru-buru berada dalam pelukan-NYA.